Memasuki era teknologi canggih, kecerdasan buatan, dan rekayasa genetika, manusia tengah berada di ambang babak baru peradaban: pascahumanisme. Gagasan ini mempersoalkan posisi manusia sebagai pusat alam semesta serta menggugat keistimewaan, nilai, dan struktur yang selama ini dianggap “normal” dalam agama, budaya, dan ilmu pengetahuan.
Apakah agama-agama masih relevan ketika “manusia” bukan lagi satu-satunya subjek moral? Bagaimana nasib bahasa dan lingkungan ketika algoritma dan mesin mengambil alih fungsi-fungsi vital manusia? Apakah ilmu-ilmu budaya akan mati perlahan, digantikan logika data dan efisiensi teknologi?
Diskusi ini berangkat dari kesadaran bahwa setiap perubahan radikal dalam sejarah peradaban selalu diiringi krisis-krisis keyakinan, krisis identitas, dan krisis makna. Maka, membicarakan pascahumanisme dan kiamat peradaban bukan sekadar wacana akademis, melainkan upaya memahami, mengantisipasi, bahkan mungkin merayakan datangnya era baru dengan cara yang kritis, jenaka, dan penuh kesadaran.
Hadir sebagai Diskusi Pra-Milad Penerbit Subaltern bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Kajian Budaya (I'M KB) Unhas, memancing pikiran dan rasa ingin tahu, dengan tema besar “Pascahumanisme dan Kiamat Peradaban – Serius (Nyinyir) tapi Santai”. Acara ini akan membedah fenomena pascahumanisme dari berbagai sudut pandang: runtuhnya agama-agama, kepunahan bahasa dan lingkungan, hingga kematian ilmu-ilmu budaya.
Tiga pembicara akan mengupas topik ini dengan perspektif kritis dan mendalam:
• Dr. Aslan Abidin, S.S., MA. – Pascahumanisme dan Kebangkrutan Agama-agama
• Dr. Syamsul Rijal, S.S., M.Hum. – Pascahumanisme dan Kepunahan (Bahasa) Lingkungan
• Dr. Andi Faisal, S.S., M.Hum. – Pascahumanisme dan Kematian Ilmu-ilmu Budaya
Diskusi akan dipandu oleh Ishak R. Boufakar sebagai moderator, yang siap menjaga suasana tetap hangat namun tajam secara intelektual.
📅 Kamis, 14 Agustus 2025
🕑 Pukul 14.00 – Selesai
📍 Rumah Kopi Setia (Jl. Perintis Kemerdekaan)
Acara ini terbuka untuk umum dan menjadi kesempatan langka untuk bertukar pikiran secara santai namun substansial, ditemani aroma kopi dan percakapan mendalam.