Manajemen Publik

Kategori: Politik
Penulis: Sangkala
Halaman: 245
Stok: 0
ISBN: 978-634-7418-68-5

Rp. 90.000

Perkembangan teori di bidang ini juga menunjukkan bahwa pemerintah harus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan strategis. Osborne dan Gaebler (1992) memperkenalkan prinsip “steering rather than rowing”, yang menegaskan bahwa pemerintah tidak harus menjadi pelaksana seluruh aktivitas, melainkan bertindak sebagai pengarah yang memastikan sinergi berbagai aktor dalam mencapai tujuan publik. Prinsip ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Kettunen (2015) dalam kerangka public value, yang memandang bahwa pemerintah harus mengelola kolaborasi, inovasi, dan jaringan kerja antar-organisasi untuk memproduksi nilai publik secara berkelanjutan. Dalam konteks praktik pemerintahan, pengetahuan manajemen publik sangat diperlukan untuk memastikan bahwa birokrasi bekerja secara profesional dan efektif. Pemerintah daerah, misalnya, menghadapi tantangan kompleks seperti desentralisasi fiskal, peningkatan tuntutan layanan publik, hingga penanganan isu-isu kontemporer seperti digitalisasi, krisis lingkungan, dan tata kelola berbasis data. Tanpa kemampuan manajerial yang memadai, pemerintah akan kesulitan mengarahkan perubahan, membuat keputusan yang berbasis bukti, serta mengelola sumber daya secara optimal. Hal ini sejalan dengan pernyataan Hood (1991) yang menyebutkan bahwa kualitas manajemen publik merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja birokrasi dan mencegah kegagalan kebijakan (policy failures).