Kategori: Kajian Budaya
Penulis: Sofyan Basri, Ferdhiyadi, Dimas Mahendra, Muh Sultan Fathir, Muh Agdar Fajar, Muhammad Ali, Tri Yudha, Muh. Ibrahim, Muhammad Halil, Risnawati, Hasan Kiong, Rusdin Tompo, Murniyanti, Nur Arini Aqirah, St. Mahira, Delian Safitri, Mirna Kartika, Subarman Salim, Ardianto R
Halaman: 0
Stok: 0
ISBN:
Buku ini adalah denyut nadi, nafas perjuangan, dan rekaman memori kolektif yang selama ini mengendap di antara rimbunnya rumpun bambu, tenangnya aliran sungai, serta bentangan sawah yang menghijau di Delta Lakkang. Melalui lembar demi lembar buku ini, kita diajak untuk menyelami sebuah ruang hidup yang secara sengaja memilih untuk melambat di tengah pusaran modernitas Kota Makassar yang terus berlari. Di tengah deru pembangunan kota, Lakkang hadir sebagai sebuah anomali yang menenteramkan jiwa. Kawasan yang diperkirakan seluas 300 hektar ini terbentuk secara alami berkat proses sedimentasi ratusan tahun—posisinya amat unik karena diapit oleh Sungai Tallo serta Anak Sungai Pampang. Menginjakkan kaki di Lakkang berarti menyetujui perjanjian tak tertulis untuk memasuki dimensi waktu yang berbeda. Di kampung ini, waktu seakan melambat dan ritme kehidupan warga tidak didikte oleh jam kantor atau kemacetan jalan, melainkan oleh siklus alam, pergantian musim tanam padi, dan pasang surut sungai.