Dadu, Duit, dan Drama; Perang Simbolik di Balik Judi Online

Kategori: Cultural Studies
Penulis: Muhammad Akhsan Syamsuddin
Halaman: 156
Stok: 0
ISBN:

Rp. 85.000

Jejak sejarah perjudian dapat ditemukan pada koleksi-koleksi yang berada di museum. Misalnya, koleksi yang terdapat pada museum sejarah dan budaya manusia terbesar dan terpenting di dunia, British Museum. Museum ini menyimpan beberapa artefak terkait aktivitas berjudi berabad-abad silam seperti artefak serupa penutup cermin yang diperkirakan berasal dari 350 SM. Pada permukaan artefak tersebut terdapat gambar Dewi Cinta, Aphrodite, bersama dengan dewa Pan sedang memainkan tulang-tulang buku jari (astragal). Catatan arkeologi menggambarkan peradaban Mesopotamia mengenal dadu enam sisi pada awal milenium ketiga sebelum masehi. Bahkan, masyarakat Sumeria kuno telah memainkan astragal – cikal bakal dadu modern saat ini – sejak ribuan tahun sebelumnya. Orang Romawi menggunakan dadu yang terbuat dari kayu atau tulang untuk permainan papan (board game) dan perjudian (Glimne, 2024). Selain penutup cermin yang bergambarkan dewa pan dan dewi cinta, terdapat pula artefak berupa mural yang menggambarkan orang Mesir kuno sedang bermain atep, permainan yang menjadi pitarah spoof modern, sejenis permainan strategi yang biasanya dimainkan untuk berjudi (Arnold, 1977).